Akhir semester sudah di ujung mata, tapi bukan berarti libur telah tiba. Malah ini libur ter- dalam sejarah liburan seumur hidup. Bagaimana tidak, tersibuk, terseru, tersepi sekaligus ter-rame. Ter-dah, untold. Tetapi tetap dong sukacitanya penuh.

Sekarang aku lagi duduk di ruangan penuh dengan komputer, aku ceritanya lagi nge-essay. Jadi, karena udah seharian enggak ngomong, aku cerita dulu yah…

Nah, karena Bath cuma 15 menit dari Bristol dan kayak yang udah pernah aku tulis kemarin cuma £7 tiket pulang balik, kita mikir buat refreshing sehari. Pagi minggu lalu, sabtu tanggal 10, kita berangkat ke Bath. Tujuan awalnya sih buat ngeliat Christmas Market di Bath. Di Bristol juga kita punya, tapi ya sekalian cari angin segar.

Ada cerita dibalik pencarian gerbong kereta api. Kereta ke Bath itu enggak ada yang khusus. Kereta yang kesana itu ya kereta yang numpang lewat Bath. Liat screen, kereta akan bertolak dalam 10 menit, kita lari menuju jalur 7. Ehh tiba disana keretanya penuh. Kita disuruh ke jalur 11 dan ternyata jalur 11 juga penuh. Huff, liat screen lagi, jalur 7 lagi. :D. capek adek bang! Syukur kali ini keretanya belum penuh…

Cerita pemandangan kalo naik kereta api, yah slightly different dengan Indo. Kalo Indo kan lewatin sawah, kalau di  UK lewatin sapi-sapi sama pepohonon.

Sesampainya di Bath, kita langsung menuju Christmas market. Nah Christmas market itu sebenarnya pasar musiman yang ada pas Natal. Yang dijual itu seperti pernak-pernik natal, makanan dan apa yah, ya gitu lah. Banyakan sih makanan yah..

Sehabis keliling Christmas market dan grab burger untuk makan siang, kita berjalan menuju Pulteney Bridge. Hmm, orang bilang ini kota terkenal banget karena novel nya Jane Austen. I am not a fan, somehow, I would like to read it one of these days.

20161210_131642

Dibalik mempesonanya jembatan ini, kami malah memperhatikan seekor angsa yang berenang sendiri. Seperti kurang hiburan, kita malah nanya sama angsanya kenapa dia kesepian. ‘Jomblo ya?’ Astaga, begini jadinya kalo udah agak geser. 

Habis ngeledekin angsa, sampai di pelototin seagull sambil geleng-geleng kepala, kita berangkat ke museum. Kali ini tur kita benar-benar ala seniman dan sejarawan. Yuhuu, ala-ala curator kita berangkat ke Holburne Museum.

Nah Museum ini ternyata di ambil dari nama orang yang mendirikan ‘Sir Thomas William Holburne.’ Didalamnya itu tersimpan karya-karya seni yang berumur ratusan tahun loh. Mulai dari barang-barang antik terbuat dari perak, emas, batu, terus lukisan-lukisan dari abad ke 16. Banyak!

Kurang tau apakah aku lahir dengan tidak ada titipan darah seni atau aku terlalu malas mengerti. Aku semangatnya bukan karena bilang, ‘Wow, this is a masterpiece!’ aku malah semangat karena ada ceritanya masing-masing. Teman-teman malah yang sampai asik jepret-jepret, aku asik baca aja deh. Salut sama mereka yang bisa mengerti arti keindahan dibalik benda-benda itu. Lelah dek?, Nah loh, semua punya bakat dan talenta yang berbeda kan? Hahaha.

untitledTitle : The girl and the sculpture  

‘Don’t decide yet, what you see is not all the answer. Many times truth is found on the unseen and untold story behind’- Komilie

Nah, tuh foto diambil ala-ala, yah sekalian pelajaran moral. Jangan percaya aja dengan apa yang terlihat oleh mata. Kadang-kadang yang kelihatan itu bukan aslinya, yah walaupun kadang merepsentasi. Namun, bijaklah. Ada kebenaran ataupun kebohongan yang  tersembunyi dari apa yang kasat mata. Astaga, jam berapa ini? Hahahha

Habis menikmati karya seni, kita berangkat menuju Roman Bath. Yeaii, para penggemar film-film tema romawi kuno pasti kalo kemari senang ini. Tuh Foto tema tulisan ini Roman Bath.

Masuk kedalam roman bath, agak mahal ding. Kita pake student card udah dapat potongan, masih bayar £13.25. Hahaha. tapi yang namanya mau belajar sejarah toh. Sehabis beli tiket kita masuk pintu gerbang dan disuguhin audioguide yang terdiri dari 12 bahasa. Nah jadi kita tidak perlu guide lagi. Nantinya di setiap benda bersejarah itu ada nomor nya. Jadi kita tinggal dial dan dengar dari audioguide nya deh. Keren ya..

20161210_153853

Nah, Roman Bath sendiri itu kayak Icon wajib di kota Bath, juga masuk menjadi salah satu tujuan wisata Inggris. Roman Bath nya sendiri itu terdiri dari hal yang bisa dilihat. Pertama, museumnya yang berisi art sculpture, kuburan batu, benda-benda sejarah, sumber air panas dan ruang bawah tanah yang katanya itu adalah bekas istana nya Goddes Sulis Minerva. Temanku ya, malah bilang, ‘kayaknya batu-batu yang berserakan di depan candi prambanan kalo dimasukin gedung bisa jadi gini’. Menarik!

Jadi ceritanya pada zaman dahulu, pemandian ini sejenis pemandian keramat. Orang-orang akan datang kepada Dewi Sulis Minerva untuk berdoa kalo mau dapat berkat atau mau balas dendam. (Kalo udah gini kayaknya cerita tentang Hercules aku percaya bener dah hahaha). Nah, mereka datang membawa sesajen sambil mandi di Air panas nya. Makin kebelakang katanya, dipakai juga untuk tempat mandi nya Queen Elisabeth 1. Ke zaman moderen, sempat ditutup karena mengandung radioaktif, sama bakteri-bakteri jahat penyebab meninghitis (Belum ada, so-klin pulaknya kan), roman bath nya ternyata pernah ditutup. Sekarang kembali dibuka dan disterilkan. Dan menariknya, ternyata Roman Bath ini masuk ke 7 wonders in the west. Ga sia-sia uang 13,25 pon-ku.

20161210_153521

Ini rangka orang yang meninggal di air panas Aquae Sulis di Abad ke 3. Dari Isotope Analysis katanya most likely dari Syria. Ini tadinya mau dikirim ke Indo, soalnya ada sahabat yang ngejengkelin. Coba, aku minta foto, dia malah upload ke IG. Aku kesel!! Hahahah, kita udah baikan. Dia sahabat yang kukasihi tho’, hahah curcol.

Okedeh, itu cerita Trip ku Bath, Ini ada beberapa photo sculpture, semoga bisa berbagi dan memompa semangatmu untuk tidak berhenti bermimpi.

Salam dari,

Senate House Study Centre

University of Bristol

Advertisements