Masa-masa galau selama penantian itu seakan tidak akan berakhir. Taukah kamu saat pengumuman seleksi administrasi, aku bergalau ria sekelak. Gimana caranya? Nah, jadi saat tanggal pengumuman, aku menerima email attachment peserta yang lulus. Tanpa melihat judul, aku langsung men -scroll ke abjad K dan tidak menemukan namaku. aku terdiam beberapa saat. Mataku mulai berair. Aku melanjutkan ke bagian abjad P mencari nama temanku, dan dia lulus. Air mataku pun mulai mengalir. (Maklum, aku punya sumber air mata yang luas banget, jadi sikit-sikit bawaannya ya gitu)

Tak lama kemudian, teleponku berdering, itu temanku yang namanya sedang kupelototi. Aku langsung menyambar pembicaraan, ‘selamat ya adik, lulus seleksi administrasi’. Dia pun balik menyelamatiku dan bilang kaka juga. ‘ciee, selamat ya yang tujuan luar negeri’. Aku diam -diam kembali ke heading dan melihat bahwa yang aku baca itu kelulusan seleksi administrasi dalam negeri. Aku harusnya mencari namaku di heading luar negeri. and it’s there! Aku tertawa terbahak-bahak sambil menyeka air mataku tapi dia tidak tau itu mungkin sampai hari ini. (Dear Paska, maafkan kakakmu yang agak-agak ini hahah)

Aku lulus, Syukur ya Tuhan!

Selesai? Itu masih hanya permulaan, pertarungan sesungguhnya ada di seleksi substansi. Ada 3 jenis tes di bagian ini. Ketiganya bisa urutannya berbeda-beda tergantung jadwal yang akan kamu terima nantinya. Rajin-rajin membuka blog para tetua/awardee terdahulu tentang tips dan pengalaman mereka. Akan ada banyak pertanyaan unik yang kamu baca yang mereka alami. Kayak ada yang disuruh nari atau nyanyi, atau Pancasila dalam Bahasa Inggris. Pokoknya, antisipasi pertanyaan yang mungkin muncul dan kuasai essay mu.

Nah, yang paling utama, jangan lupa berdoa sebelum dan sesudahnya yah.

Wawancara

Kamu akan bertemu 3 orang interviewer. 2 orang dari bidang keilmuan dan 1 orang dari bidang psikologi. Kamu akan ditanyai latar belakang pendidikan, prestasi, dan mungkin pekerjaan bagi yang sudah bekerja. Kenapa kamu memilih universitas itu beserta alasannya, jurusannya, apa yang bisa kamu outline sebagai bidang yang akan menjadi wilayah kontribusimu. Kamu juga kemungkinan akan ditanyai sebuah kasus yang sedang marak untuk melihat seberapa luas wawasanmu, nasionalismemu dan banyak hal.

Nah, biasakan dirimu dari sekarang meng -uppate informasi yang kamu punya. Dengarkan dan analysis berdasarkan beberapa sumber terpercaya untukmu bisa menarik sebuah pemahaman atau kesimpulan bagimu. Kalo boleh jujur, sebelum seleksi dulu aku cuma baca satu media saja, namun untuk tes aku membaca segala jenis koran online, nonton TV juga untuk mempertajam pemahaman. Hahaha.

Be confident dengan apa yang kamu percayai benar dan kamu yakin untuk itu. Kamu mungkin akan dicecar pertanyaan yang membuatmu ciut, kayak waktu aku mereka bilang. Ngapain harus keluar negeri, nah di negeri kita kan ada?’ Sampai mereka bilang, ‘ begini saja, kamu punya kualifikasi, kamu tanda tangan surat perpindahan ke dalam negeri dan kamu langsung lulus’. Aku menjawab dengan yakin kenapa aku harus belajar ini, sesuai dengan fenomena yang aku lihat harus disikapi. Dan aku melihat impact nya ke masa depan bidang yang kugeluti, aku mantap mengatakan, bila diberi kesempatan aku akan tetap memilih ke luar negeri.

Bersalaman, pamit aku melangkah yakin tapi tidak sampai 24 jam setelah tes. Aku kayak yang mikir, ‘aduh kenapa tawarannya enggak diterima aje kemarin yah. belajar di Indonesia aja. Yang penting lulus dulu’ satu sisi lagi yang kayak, ‘stop it already Komilie, kamu jelas dengan tujuanmu. Kalau belum lulus berarti belum waktunya’. Galau dahhh

Leaderless Group Discussion (LGD)

Akan ada 2 orang observer/reviewer di bagian ini. 1 dari bidang keilmuan (some say itu tim ahli) dan 1 lagi psikolog. Di sini kamu akan di team up dengan maksimal 8 orang satu kelompok. Kalian akan di dudukkan dalam satu ruangan dan diberi sebuah kasus. Tanpa aba-aba atau pembagian peran kalian harus bisa mengambil peran masing-masing. Yang dinilai di sini adalah bukan seberapa kuat argumen mu saja. Namun bagaimana kamu memberikan orang waktu tanpa men-dominasi atau mengintimidasi, bagaimana kamu menghargai perbedaan pendapat yang muncul, bagaimana kamu menyatukan perbedaan pendapat hingga akhirnya menemukan suatu kesimpulan bersama. Jangan pernah mencoba meng-overpowering jalannya diskusi.

Beberapa kelompok menyiasati LGD ini dengan terlebih dahulu bertemu dan membagi peran serta urutan berbicara. Untuk grupku sendiri, LGD itu hari pertama yang kayak kita tuh emang baru ketemu di situ sebelum masuk ruangan. Puji Tuhan, kita saling mengerti dan LGD nya berjalan dengan baik. Kita mencapai kesepakatan dalam bagaimana mengatasi exodus pekerja Cina ke Indonesia. Ahhaha.

Essay On The Spot

Nah, ingat enggak tadi bagian yang baca-baca untuk memperluas wawasan. Itu dipakai di sini juga loh. Jadi kamu dan kelompok LGD akan menjadi kelompok bersama saat Essay on the spot juga. Kamu akan duduk terpisah dan diberikan kertas seukuran A4 bersama dengan kertas soal. Seingatku, ada 3 topik yang diberikan saat itu untuk dipilih. Topik yang aku pilih itu temanya act of terrorism, topik yang satu lagi tentang organic plastic, satu lagi lupa kayaknya Yearly Flood in Jakarta, kalau enggak salah.

Kamu harus menuliskannya selama 30 menit. Tidak ada ukuran berapa banyak kata. Yang jelas, kamu tau kalau kamu menulis sebuah essay, kamu harus punya: Introductory paragraph nya, body paragraph beserta supporting data and reasoning terus ditutup dengan closing paragraph. Kira- kira begitu lah. Ku pikir kamu mungkin lebih tau dari aku yang hanya remah-remah oreo   

Dan teman-teman, kalau tujuan Luar negeri itu yah, kayak aku kemarin, Semua rangkaian seleksi dilaksanakan dengan full English. Jadi latih dan asah dirimu dengan bahasa inggris jika kamu memilih kuliah ke Luar negeri.

Seleksi substansiku itu di tanggal 24-25 Februari 2016 di GKN Medan. Aku libur kerja, bosku baik banget merumahkan aku dulu. Hahahha.

Kegalauan dimulai lagi per tanggal 26 Februari hingga tanggal 10 Maret 2016. Sehari-hari aku tidak habis-habisnya menonton video Persiapan Keberangkatan (PK) awardee terdahulu dan mendengarkan Mars LPDP. Aku tidak henti-hentinya berdoa dalam hati;

Tuhan jika Engkau berkehendak, berikanlah aku ini

Tuhan menjawab doaku sesuai dengan rencanaNya.

Tanggal 10 Maret 2016, aku tinggal lebih lama di kantor. Aku menunggui email dari LPDP. sampai jam 9 Malam, email yang ditunggu tidak kunjung datang. Aku pulang. Jam 11 Malam, saat aku sudah memutuskan beristirahat, HP ku berbunyi. Kulihat LPDP. Aku berdoa dahulu dalam hati. Aku membuka emailnya yang agak panjang, dan Kemuliaan bagi Tuhan di tempat Yang Maha Tinggi.

Aku Lulus.

Aku menangis (teman paling setia dalam suka dan duka) sambil berdoa mengucap syukur. Telpon Mama Papa (tetangga enggak) dan orang-orang yang kukasihi. Puji Tuhan temanku Paska juga lulus. Sungguh berkat yang luar biasa.

Hanya satu hal yang ingin kusampaikan padamu,

‘Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.’

Jangan menyerah sebelum mencoba.

Komilie Situmorang

PK 65 Guna Sangkara LPDP RI

Advertisements