Universitas dulu atau LPDP dulu? Well, Both are interchangeably.

Berburu beasiswa itu sesuatu yang tidak boleh hanya semangat berapi-api saja loh. Kamu perlu memusatkan pikiran, ulet dan enggak gampang menyerah. Ada saat-saat yang kamu pasti akan merasa, yes, I can get this. Ada juga masa-masa yang kamu itu akan merasa, bisakah aku? Pokoknya kayak sering ini deh, terombang-ambing.

Ini adalah ceritaku ketika memutuskan untuk ikut beasiswa LPDP sekalian tips yang bisa kamu ikuti jika kamu juga ingin daftar beasiswa LPDP.

Pertama, Biasakan membaca segala sesuatu dengan saksama. Kalau dosenku bilang, ‘There’s this thing called google’. Nah, segala sesuatu yang ingin kamu tau, silahkan ketikkan terlebih dahulu disana. Kamu akan disuguhkan jawaban yang akan perlu kamu baca dan habiskan waktu untuk berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Buang waktu?? percayalah, kau akan lebih well-informed. Adalah mitos, kalau kamu bilang kakak senior yang udah dapat LPDP sombong kalau ditanyai. Just why?? Awardee LPDP, ehm jangankan awardee, semua mahasiswa yang sudah kuliah itu sibuk. Tugas kuliah banyak, dan pertanyaan yang mereka hadapi itu dari anak-anak itu more likely to be,

*Ka, dapat beasiswa LPDP ya? Situsnya apa?

*Ka, gimana cara daftarnya?

*Ka, harus buat akun ya?

*Ka syaratnya apaan?

*Ka IELTS itu apa?

*Ka TOEFL perlu?

Wajar kalau mereka agak kesal karna pertanyaan begini itu adalah pertanyaan yang bisa kamu cari jawabannya sendiri. Kamu tinggal ketik kata kunci. Di samping itu kamu akan melihat entry-entry contoh essay dari kakak senior yang di posting untuk membantu generasi pelamar selanjutnya. Kakak senior itu pasti tidak akan menolak ketika kamu minta mentoring di Essay atau tips wawancara atau universitas apa yang harus dituju. But please, baca sebanyak-banyaknya di Buku Panduan Beasiswa LPDP bila perlu print dan di highlight. Bertanyalah, ketika kamu sudah tidak bisa menemukan jawabannya di Google.

Kedua,  Tentukan pilihanmu apakah kamu akan mengikuti program BPI atau affirmasi. Bedanya apa? Lagi-lagi silahkan baca buku panduan di atas.

Ketiga, Setelah jelas dengan semua persyaratannya. Mulailah dengan bertanya dalam dirimu sendiri, apa yang kau mau, apa yang bisa kau kontribusikan kepada negara ini jika kelak kamu diberi kesempatan. Yah, sejenis selling point mu kenapa LPDP harus menyekolahkanmu dengan biaya banyak. Ini akan kamu tuliskan di Essay yang harus kamu submit untuk memenuhi persyaratan administrasimu. Di saat seperti ini, kamu akan bingung. Apa sih yang bisa kusumbangkan?

Ingat, kamu tidak harus menjanjikan hal muluk-muluk seperti mengentaskan kemiskinan, memberantas korupsi, atau membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Yang harus kamu pikirkan itu adalah perubahan yang ‘doable’ yang bukan janji kosong. Sesuatu hal yang kamu lihat urgensinya harus ditangani, sesuatu yang impactful yang berguna untuk orang-orang, fenomema yang saat ini belum disadari yang akan berdampak di masa depan. Lihat kembali ke dirimu, lingkunganmu, dan passion mu atau apa pun. Yang jelas Kamu lebih tau apa yang bisa kamu berikan dalam bidangmu kan? Kecil bermanfaat lebih baik daripada besar tak terarah.

Nah Essay itu “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas  saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku” satu lagi itu Rencana Studidengan komposisi 500-700 kata/essay.

Keempat, Tulislah dengan jujur. Tidak perlu minder karena kamu mungkin akan merasa belum kontribusi apa-apa kepada negara ini. Bahkan hal-hal kecil di organisasimu atau lingkunganmu itu bisa. Jangan lupa dengan kegiatan yang kamu lakukan saat ini dan apa yang akan kau lakukan di masa depan.

Untuk bagian sukses terbesar sendiri, tidak ada parameter tertentu untuk ukuran kesuksesan. Itu sebuah hal yang subjektif. Orang-orang bisa mengukur sukses itu dari materi. Sebagian lain mengukur dengan peringkat akademis. Ada juga yang mengukur berdasarkan rasa syukur. Ada juga yang menyebut sukses karena keliling dunia atau mungkin nemuin teknologi anti patah hati atau formula no more tears. 😀 Just be yourself.

Untuk rencana studi sendiri, kamu harus sudah mempunyai universitas yang akan kamu tuju. Ini keharusan, walaupun belum daftar atau belum LOA. (Nanya ka, LOA apa? Silahkan ketik di google dulu dek)   Istilahnya, kamu sudah punya gambaran di universitas mana, jurusan apa, modulnya, durasi belajar nya serta alasan yang kuat kenapa harus universitas tersebut. Daftar Universitas dalam list LPDP dibaca seksama dan cari peringkat dunia nya. Tapi ingat, Satu universitas bisa saja enggak top 10, top 50 atau top 100 world university ranking tapi subject mereka punya ranking top dunia loh. Silahkan refer kesini QS World University Ranking atau Times Higher Education World University Ranking.

Universitas dulu atau LPDP dulu? pertanyaan yang sangat sering muncul di permukaan. Both are interchangeably. Kamu bisa dapat universitas dulu, punya LOA baru daftar LPDP atau kamu daftar LPDP dulu baru daftar Universitas. Tapi, none of this yang bisa jamin keterima sama LPDP yahh. Semuanya tergantung sama yang di Atas yang memberi amanah kepada LPDP. Jadi, jangan percaya aja kalo orang bilang kalau uda ada LOA  kamu pasti lulus.

Kelima, penuhi persyaratan yang diminta. Salah satu yang butuh waktu bagi yang belum punya mungkin adalah TOEFL atau IELTS. Banyak yang awam sih dengan IELTS tapi TOEFL sudah terbiasa. Silahkan rencanakan dengan baik. Kalau tujuannya dalam negeri TOEFL ITP akan cukup atau untuk syarat mendaftar saja juga boleh. Mengingat biaya test IELTS per April 2016 itu 2.8jt sedangkan TOEFL ITP hanya 395rb, ada baiknya tes IELTS ketika sudah lulus LPDP.  Ntar kalau sudah lulus, kamu bisa intensif belajar lagi. Atau yang affirmasi tuh, ada pengayaan bahasa.

Ada 1 hal yang harus diingat, bila negara tujuanmu termasuk pada commonwealth countries seperti Inggris dan Australia mereka mensyaratkan IELTS tapi jika tujuannya ke US sekitarnya mereka lebih mensyaratkan TOEFL IBT. Silahkan menimbang sesuai kebutuhan. Oh ya, dan lagi Surat keterangan sehat, bebas narkoba (dan bebas tbc untuk tujuan luar negeri) dari rumah sakit pemerintah yah. Scan semua persyaratan, termasuk surat pernyataan, surat rekomendasi dan surat izin kerja (bila sudah bekerja).

Keenam, buat akun di Website Resmi LPDP. Nah disitu akan diminta detail dirimu, keluargamu, latar belakang pendidikan dan universitas tujuan. Isilah dengan konsentrasi dan tidak perlu terburu-buru. Like you can save it and come back another time. Tapi jangan come back nya sehabis deadline juga. 😀 Upload semua dokumen dan copy kan essay yang sudah kamu konsep. Ingat, untuk memeriksa semua detail. Kamu tidak akan bisa mengubah datamu setelah submit. Setelah yakin semuanya lengkap, klik submit.

Kamu akan menerima email notifikasi bahwa kamu telah men-submit datamu. Nah, kelar kan daftarnya. Silahkan menunggu pengumumannya. Tidak ada hal yang lebih baik dari berdoa dan meminta padaNya.Isi hari-hari penantianmu dengan doa permintaan dan ucapan syukur. Well and It’s always good to have plan B too.

Interview dong Kakak? Ntar tunggu lulus dek …..   

 

Advertisements