30 Juli 2016 pukul 7.00, Aku dan Ka Ibby memulai perjalanan kami. Agendanya mengunjungi lokasi wisata sebanyak mungkin. Ini sih, lebih mirip kejar setoran ala debt collector.

Kita berangkat menuju Lembang yang kita ketahui mempunyai sejuta pesona dengan tempat-tempat wisatanya.  Kita naik angkot biru jurusan Lembang dari Pasteur depan Rumah sakit Hasan Sadikin. Kita kemudian turun di Pasar utama Lembang. Dari sana kita mencari angkutan ke Gunung Tangkuban Perahu. Tanya ke sana kemari kadang bukan jadi opsi yang tepat, silahkan tanya kepada Pak Polisi bila ada dengan alasan keamanan. Setelah bertanya dengan detail, kami mulai bergerak. Supir angkot menawarkan untuk mengantar kami ke beberapa tempat tujuan wisata selama satu harian untuk IDR 400.000.

Cuss, jadilah kami berangkat dengan naik angkot keliling lembang. Berikut ulasan tempat-tempat yang kami kunjungi.

1.Gunung Tangkuban PerahuIMG_2596.JPG

20160730_093701

Hanya butuh satu Jam dari kota Bandung ke Gn. Tangkuban Perahu. Gunung setinggi 2084 mdpl ini awalnya hanya dapat dibaca melalui cerita rakyat semasa SD. Sangkuriang yang membunuh ayahnya yang merupakan jelmaan anjing, dipukul ibunya, Dayang Sumbi dengan sendok, melarikan diri hingga dia jatuh cinta dengan ibunya sendiri. Ibunya menolak dan minta dibuatkan perahu dalam satu malam sebagai syarat. Karena Sangkuriang hampir menyelesaikannya, Dayang Sumbi menumbuk padi sehingga ayam berkokok menyangka hari sudah pagi. Jin yang membantu Sangkuriang meninggalkannya membuatnya marah dan menendang perahu hampir jadinya, dan tadaa… Tangkuban Perahu atau Perahu Terbalik. Serasa masih tidak percaya ada di sana, Kami tidak lelah mengitari jalanan yang dapat dijangkau. Oh ya tiket masuk nya IDR 20.000/orang ya. Kawah Ratu merupakan kawah yang paling besar namun sudah mulai tidak aktif lagi. Kawah Domas adalah kawah yang masih aktif dan harus pakai guide kalau mau turun seharga IDR 200.000. Di kawasan Gn. Tangkuban Perahu juga ada banyak pedagang souvenir. Ada juga pisang segede gaban yang buat aku dan ka Ibby ketawa terbahak-bahak. 1 buahnya IDR 10.000. Kami berdua bahkan sarapan hanya dengan itu. hahah

2. Floating Market Lembang

Tidak kalah dengan floating market di Thailand, Bandung juga punya floating market loh. Tiket masuknya IDR 15.000 sepaket dengan minuman. Kita bisa dengan bebas memilih minuman dengan menukarkan tiketnya. Ada banyak sightseeing yang bisa dilihat. Mulai dari rumah terapung, pasar terapung, taman kelinci, miniatur kereta api, kolam ikan, kampung leuit, ada juga tempat berteduh yang apik dan indah. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga loh. Para pengunjung juga dapat menyeberangi kolam dengan hanya IDR 2.000.

20160730_122119

3. Kebun Bunga Begonia Lembang

Kebun Begonia sendiri didominasi oleh bunga begonia, maka tidak heran kalau namanya seperti ini. Tiket masuknya IDR 10.000. Ada banyak spot foto yang bagus bagi yang suka foto seperti keong, unta, badak, bingkai bunga, bingkai hati, kerbau dan tentunya bunga yang beraneka ragam. Bunganya juga bisa dibeli dengan IDR 20.000. Kebun bunga ini juga dapat digunakan untuk pre-wedding loh. Pengunjung diberi caping gratis untuk dipakai keliling kebun bunga.

20160730_1312274. Taman Hutan Raya (Tahura)

Taman hutan Raya sendiri adalah cagar alam yang dilindungi yang luasnya mencapai hampir 600 hektar terbentang dari Lembang hingga Dago. Nah di dalamnya ini ada jenis hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi. Yang menjadi daya tarik utama, ada banyak tempat wisata alam dan historis juga loh.

Kami masuk dari pintu IV dari kecamatan Cicadas, Lembang. Tiket masuknya IDR 8.000 ditambah parkir angkotnya IDR 10.000. Di sana tersedia peta loh dengan jarak tempuhnya. Bagi pencinta hiking ini bisa jadi tempat yang cocok. Jadi, seperti kita berjalan 1 kilo ketemu penawar, sehingga dijamin tidak akan membuat lelah.

Air Terjun atau Curug Omas, Curug Lalay, Batu Batik, Selendang Dayang Sumbi, Curug Koleang, Patahan Lembang, Gua Jepang, Gua Belanda, Curug Dago dan Tebing Keraton adalah apa yang dapat dibaca di peta.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sejuk oleh pepohonan dengan semangat, aku bahkan tidak pernah merasakan pengalaman di mana kamu dapat berjalan di alam bebas yang jauh dari kebisingan kota. Menuruni jalanan, kami dapat mendengar bunyi air terjun. Begitu pula saat kami bergerak turun ke arah jembatan air terjun, percikan air membasahi kami.

20160730_140025

IMG_2818.JPG

Ada banyak monyet juga loh. Mereka kelihatannya sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia.

Nah, yang kurang baiknya adalah aku kurang mengerti apakah penunjuk arahnya yang salah atau kami salah jalan, kami tidak menemukan Curug Lalay. Jalan yang begitu ekstrem dan ternyata kami hanya menemukan sungai yang penuh sampah dan bau. hmm, ini harus jadi koreksi untuk kita bersama-sama untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai. Kami juga tidak berhasil menemukan Batu Batik dan selendang dayang sumbi. Next time harus ketemu lokasinya. hahha

Selanjutnya kami berjalan menuju Curug Koleang, kami tidak berhenti berdecak kagum dan tidak henti-hentinya mengambil foto aka selfie. 😀

Kami berputar kembali menuju pintu IV karena waktu yang sudah sangat terbatas sedangkan kami masih ingin mengunjungi tempat yang lain.

5. Tebing Keraton

Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi. Saat itu waktu sudah menunjukkan Pukul 17.00 Wib. Sementara Angkot yang kami tumpangi harus berputar dari arah Lembang menuju Dago. Tiba di sana, angkot hanya bisa sampai gerbang saja dan ada banyak ojek yang mangkal. Cukup yakin dengan kekuatan jalan masing-masing, kami memutuskan untuk berjalan. Nah loh, belum 5 menit kami mulai ngos-ngosan karena jalan berupa dakian. Tukang ojek membujuk kami untuk naik ojek saja. Dengan pertimbangan waktu dan hari yang sudah mulai gelap, terjadilah tawar-menawar. Harga Ojek deal, IDR 10.000 untuk tartik alias tarik tiga. Hahaha, Yahh namanya juga Backpacker. Sekalian dipesan buat nungguin kami. Nah, Tiket yang dibeli berlaku untuk setiap pintu masuk, jadi semisal kamu keluar lagi dan hendak masuk lewat pintu lain, silahkan menunjukkan tiketnya. Tapi hanya dalam hari yang sama tentunya. 20160730_172341

20160730_174516

Keindahan alam yang kami jelajahi dalam satu hari membuat kami tersenyum puas menuju Bandung. Kami tiba di kota sekitar pukul 09.00. Kami pun menyempatkan untuk singgah sejenak di Ciwalk atau Cihampelas Walk. Ternyata di sana sedang ada pertunjukan musik yang mengemas musik tradisional dipadu dengan musik moderen. Keren! Nah, tidak beda dengan pemandangan Jakarta, ada mall, resto, cafe, butik and many more. Ada banyak anak muda yang mencari pokemon juga loh.

Makan malam kami sengaja dengan pilihan ala-ala kuliner. Ka Ibby dengan Cabe level 4 nya yang jelas-jelas akan membuatmu memberikan standing applause.

Perjalanan berakhir, kami kembali ke penginapan dan bersyukur untuk hari yang luarbiasa…

Advertisements