Aktivitas travelling ala backpacker-an masih hal yang baru bagiku, meski sebenarnya bepergian ke tempat lain sudah menjadi hal yang biasa. Menjelajahi alam bebas sudah lama kuimpikan meski baru kesampaian setelah sekian lama. Aku bukan kategori orang sibuk hanya mungkin masih terlalu takut untuk explore sendiri.

Adalah takdir atau “prayers get answered” atau mungkin “dreams do come true” yang membuatku meninggalkan zona aman, mendapat kesempatan luar biasa yang tentunya ‘life changing’ untukku. Diberi kesempatan melakukan hal-hal baru dan bertemu orang-orang hebat membuatku kian mensyukuri kehidupan. Nah loh, ceritanya jadi panjang, hahah

Nah, saat itu aku sedang ada urusan stay di Jakarta untuk beberapa urusan. Teman atau lebih tepatnya Kakak senior hebat yang jadi inspirator mengajak  keluar kota, “a getaway” begitu dia menyebutnya.

Kami berangkat dari Jakarta dengan menaiki Bus Baraya travel dari sekitaran Pramuka jam 19.00 dengan ongkos IDR 85.000/orang. Kami tiba di Bandung sekitar pukul 22.10. Tiba di Bandung, kami turun tepat di depan Giant. Kami tidak mengetahui persis lokasi penginapan, karena kami pesan ala-ala backpacker lewat aplikasi airbnb. Thanks to Googlemap, kita dituntun untuk sampai di penginapan. Butuh 12 menit berjalan kaki melewati jembatan layang pasteur dan belok kanan dari sisi Hotel Ibis masuk jalan Sukaati dan di sanalah lokasi penginapannya; Zendra House. Jadi penginapan kita sejenis shared room yang disewakan. Yang punya namanya mbak Hera, Dosen Farmasi di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Beliau sangat ramah dan kita banyak bertanya tentang arah dan tujuan wisata. Beliau menyediakan map juga loh. Oh ya dan kamar yang kita tempati sangat luas dan fasilitasnya meliputi AC, Air Panas, Kulkas, TV, Dispenser, ada juga minuman yang bisa dibeli dalam kulkas seharga IDR 10.000. Di dalam kamar juga ada banyak lukisan dan figura icon kota bandung. Yang paling menarik ada buku loh. Yeaiiii!!!

Buku

Picture : Rak Buku dalam kamar Zendra House

Kami beristirahat sejenak sebelum akhirnya kita tidak bisa menahan rasa lapar yang memaksa kita keluar jam 23.30 mencari makan. Semua rumah makan sudah tutup, untungnya ada sebuah warung tepat di bawah jembatan. ahahha. Kami bersantap ria disana sebelum akhirnya kembali ke penginapan.

Rate room-nya itu IDR 190.000/night kami bagi bertiga benar-benar murah sekali. Ingat-ingat, aku keluar kota kemarin-kemarin, sendirian bayarnya IDR. 300.000 itu sungguh terlalu.

Bu Hera

Picture : Foto bersama Ibu Hera (Kanan)

Ternyata, Ibu Hera ini sudah banyak mendapatkan award dari airbnb loh, sebagai host yang paling ramah dan helpful dari tahun ke tahun. salutttt!!!

Sewaktu pulang, kita kehabisan tiket kereta dan travel. Nah lohh? Kita sempat berpikir untuk menginap lagi dan akan berangkat pulang ke Jakarta di keesokan harinya pukul 04.00. Kami harus banyak-banyak mengucapkan terima kasih pada aplikasi ‘nebengers’. Jujur, itu kali pertama mendengar aplikasi tersebut. Kedengaran agak nekat sih, tetapi aku belajar banyak hal. Menjadi Traveler membuatku lebih taat. Aku lebih banyak bersyukur dan banyak memanggil namaNya. Dan Puji Tuhan, Kami naik mobil seorang Pegawai Bank BRI di Jakarta domisili Bandung. Beliau sangat ramah dan kami diberitahu bahwa ‘nebengers’ sudah ada sejak tahun 2013 dan dulunya beroperasi lewat twitter sebelum akhirnya jadi aplikasi mandiri. Ratenya juga sama dengan harga bus loh. Padahal kan yah, dari segi kenyamanan, yah jelas top. Keren!

Aplikasi berbasis internet menyediakan bantuan yang luar biasa, mempermudah kita melakukan banyak hal, menghapus jarak dan jadi media untuk melakukan bisnis Tetapi ingat, selalu ada dua sisi untuk segala hal. Maksimalkan positifnya dan minimalkan negatifnya. Bijaksanalah menggunakannya.

Advertisements